WANITA (SEHARUSNYA) BUKAN BUNGA


Ada sebuah fenomena klasik yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini. Saat saya membuka profile facebook teman-teman saya yang berjenis kelamin perempuan, tak sedikit dari mereka yang memajang gambar bunga sebagai foto profilenya. Hal itu tak hanya saya temui di facebook, tapi di situs jejaring social lain macam friendster, twitter, bahkan sampai gambar profile di blog.


Saya tahu itu merupakan fenomena yang biasa. Sangat wajar. Wanita dengan segala pesonanya memang menarik bagai bunga. Mereka kaya akan daya tarik sebagaimana warna dan aroma wangi bunga yang bermacam-macam. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki, anda akan dengan mudah menemukan bagian menarik dari wanita.


Jadi memang tidak salah sebenarnya, apabila kebanyakan wanita memilih bunga sebagai objek yang dapat mewakili karakteristik mereka.


Tapi saya memiliki pendapat lain. Wanita dan bunga memang sama-sama menarik, penuh pesona dan daya tarik. Tapi orang yang berpandangan seperti itu  seringkali melupakan poin bahwa bunga dapat dijamah, bahan dipetik oleh siapa saja. Bunga yang konon sangat cantik tersebut hanya dihargai beberapa ribu rupiah saja di pasar, dengan berbalut plastik tipis seadanya. Kalaupun di toko bunga, ia diperlakukan dengan lebih baik, bunga tetap saja akan layu menanggalkan segala kemolekannya, beberapa waktu setelah dipetik.


Bagi saya wanita tidak serendah itu. wanita memiliki martabat dan kedudukan yang istimewa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa wanita itu dilahirkan tiga kali. Pertama saat ia dilahirkan sebagai seorang anak, kedua saat ia dilahirkan sebagai seorang istri, dan ketga saat ia dilahirkan sebagai seorang ibu. Masing-masing dari peran itu adalah peran mulia yang turut meninggikan derajat seorang wanita.


Saya sendiri lebih sepakat apabila wanita dilambangkan dengan berlian atau permata. Kedua batuan tersebut memiliki nilai keindahan yang setara, bahkan pada beberapa poin melebihi nilai keindahan yang ada pada bunga. keduanya terbentuk dari proses pembentukan yang tak mudah. Mereka juga harus dipoles melalui beberapa tahap agar nilainya semakin tinggi,  sehingga tak sembarang orang boleh menyentuhnya. Keduanya pun sama-sama keras, setegar wanita saat menghadapi badai cobaan dalam hidup, dan mereka ditempatkan dalam posisi yang terhormat di etalase mall-mall kelas atas.


Menurut saya seperti itulah harusnya seorang wanita.


Bagaimanapun itu hanya pandangan saya. Bagaimana dengan anda ?

                                                                                                      

14 comments:

  1. pengharap ridho AllahNovember 9, 2009 at 2:38 AM

    entah mengapa saat membaca tulisan ini tanpa sadar air mataku menetes??ada rasa syukur dan bahagia menyelinap dalam hatisungguh mulia wanita itu. bahagia karena Allah menjadikanku seorang wanita, meski aku sendiri tidak tahu apakah permata dan berlian itu pantas dijadikan lambang atas kewanitaanku??

    ReplyDelete
  2. Dialah yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan jadi satu kesatun yang saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan...
    read more : http://zona-nyaman.blogspot.com/2009/04/just-for-man.html

    ReplyDelete
  3. semoga bermanfaat.
    saya tidak sedang mengatakan apakah ke-perempuan-an seseorang itu pantas dilambangkan atau tidak, yang jelas saya hanya berusaha menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran saya, bahwa menurut saya berlian lebih pantas dijadikan perlambang untuk kemuliaan wanita daripada bunga.

    ReplyDelete
  4. BUNGA,
    kesannya kyak lagi nonton berita kriminal tentang tindak asusila yaw!!
    Hehehe, bener ga om??

    ReplyDelete
  5. salah satu pandangan yang menarik boy, i like it.
    klo an da pendapat lain za, karena wanita tuh sering menyembunyikan kata-katanya lewat air mata, bisa disamain ma kerang dan mutiara za, ya pa?

    ReplyDelete
  6. kalo nt,cowok kok majang gambar daun???
    ada alasan... hehehe
    kalo aq suka strawberry, bukan permata ato yang lain...
    buat para wanita eh perempuan... just be your self ajah...

    ReplyDelete
  7. hmm......tinggal dari mana sudut pandang yang kita lihat...ada kalanya wanita bisa jd bunga, da kalanya jadi mutiara..
    jngn diambil mudharatnya...:-)

    ReplyDelete
  8. wanita identik dengan bunga karena bunga adalah lambang kecantikan dan keindahan. begitu pula wanita.

    ReplyDelete
  9. Syukron katsir sudah diingatkan. karena memang wanita adalah salah satu sumber fitnah dunia.
    jika teringat sosok wanita selain ingat diri sendiri. segera ingin menangis dan melindungi wanita mulia yang saya miliki (ibuku adalah pahlawanku). ingin berucap salam kepada ibu "terimakasih bu sudah mau membawa dinda dikandungan ibu selama 9 bulan 10 hari, dan sudah mau merawat dinda menjadi wanita dewasa, ingin rasanya dinda menjadi seperti ibunda yg mngajarkan tentang kesetiaan dan berbagi, sungguh ibunda mengajarkan dinda untuk mengikuti jejak ibunda khadijah (wanita mulia pendamping Murrobi agung kita "Muhammad Saw")". dan kini saatnya dinda menjaga nama baik ibunda dan keluarga dengan menjaga kehormatan dinda sebagai seorang wanita.
    (wanita bak mutiara didalam cangkang(kerang) mulia)

    ReplyDelete
  10. @anonim : wanita itu mulia, jadi buat wanita seluruh dunia, jangan menistakan diri anda sendiri. jaga kemuliaan anda ^_^

    ReplyDelete
  11. salam ...
    izin share d www.islampos.com ?
    jzk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikum salam wr wb

      silakan di share, tapi mari tetap jaga etika kepenulisan dengan tetap mencantumkan sumbernya

      ^__^ semoga bermanfaat

      Delete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete